Kamis, 28 Agustus 2014

Apel Besar Hari Pramuka Ke-53 tingkat Kwarda Jambi

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (Kamabida Gerakan Pramuka Jambi) memimpin Apel Besar Hari Pramuka Ke-53 tingkat Kwarda Jambi di Sungai Penuh
   

             Gubernur menyatakan, dengan semakin beratnya tantangan yang dihadapi Indonesia seiring dengan kemajuan zaman, pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.

Gubernur berharap agar Pramuka turut membangun manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan dan juga memiliki kepribadian yang tagguh dan menjunjung kesatuan dan persatuan di Indonesia.

             Gubernur menjelaskan, saat ini, kaum muda dihadapkan pada dua masalah besar, yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan. Masalah sosial meliputi penggunaan NAPZA dan obat terlarang, hubungan seksual pra nikah dan aborsi yang disebabkan pergaulan bebas, perkelahian, tawuran, dan kekerasan, serta kriminalitas remaja. Sedangkan masalah kebangsaan meliputi antara lain solidarita sosial rendah, semangat kebangsaan rendah, semangat bela negara rendah, dan semangat persatuan dan kesatuan rendah.

             Gubernur menuturkan, dalam kurun satu dasawarsa dapat dicatat 3 momen penting dalam perkembangan Gerakan Pramuka di Indonesia, yaitu: Pertama, Presiden RI telah mencanangkan kembali Revitalisasi Pramuka pada Hari Pramuka Tahun 2006 yang saat ini tampak keberhasilannya dengan semakin maraknya kegiatan kepramukaan di berbagai daerah. Kedua, Terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat Gerakan Pramuka Indonesia. Ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan kedalam Kurikulum 2013 sebagai ekstrakurikuler wajib yang mulai diberlakukan pada bulan Juli 2014.

            Gubernur juga mengungkapkan, pendidikan kepramukaan telah dibaharui dengan adanya kurikulum baru Pramuka, dimana akreditasi gugus depan serta sertifikasi dan lisensi para Pembina juga telah berhasil disusun, dan mulai tahun 2015 harus mulai menerapkan akreditasi gugus depan secara menyeluruh.

Gubernur mengatakan, tema Hari Pramuka ke-53 ini adalah "Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda melalui Gugus Depan Terakreditasi."

            Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyematkan tanda penghargaan Lencana Darma Bakti kepada 8 orang pengurus Gerakan Pramuka, baik pengurus tingkat Provinsi Jambi maupun tingkat kabupaten/kota se Provinsi Jambi, dan Lencana Panca Warsa serta Pramuka Garuda kepada 10 orang kader Pramuka Kabubaten/Kota se Provinsi Jambi.

            Kepala Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi, Sutrisno, dalam sambutannya menyampaikan, dalam peringatan HUT ke-53 Gerakan Pramuka Tingkat Nasional RI, Kepala Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Sungai Penuh, Prof.Dr. H.Asafri Jaya Bakri memperoleh penghargaan Lencana Melati.

Sutrisno mengungkapkan, Gerakan Pramuka Kwarda Jambi telah berusaha melakukan perbaikan dan pembenahan demi kemajuan Gerakan Pramuka Kwarda Jambi, diantaranya dengan perampingan pengurus, dari 120 orang menjadi 36 orang.

           Selain itu, lanjut Sutrisno, Gerakan Pramuka Kwarda Jambi telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, supaya membuat surat ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, agar di tiap-tiap sekolah mulai bulan depan dilakukan perkemahan Pramuka Sabtu Minggu.

Walikota Sungai Penuh, Prof. Dr.H.Asafri Jaya Bakri, dalam sambutannya menyatakan bahwa penekanan Gerakan Pramuka adalah pada penanaman budi pekerti yang baik.

Asafri Jaya Bakri berharap agar Gerakan Pramuka tidak tergerus oleh zaman, tetapi senantiasa terus berkontribusi dalam terciptanya generasi muda yang berkualitas.

           Penampilan 150 orang anak-anak Pramuka yang membawakan beberapa lagu daerah Indonesia, yakni Rasa Sayange, Ampar-ampar Pisang, atraksi marching band dari SMP N 2 Kota Sungai Penuh, penampilan Tari Rentak Pesako, dan penampilan-penampilan lainnya dari anak-anak Pramuka memeriahkan acara tersebut.

        Gubernur Jambi selaku Kepala Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Kambi mengemukakan bahwa Gerakan Pramuka masih dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut dikutip dari sambutan tertulis Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, DR. H. Adhyaksa Dault, M.Si, yang disampaikan oleh Gubernur dalam Apel Besar Hari ke-53 Gerakan Pramuka Tahun 2014 Tingkat Provinsi Jambi, bertempat di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, Rabu (27/8) siang.
Sumber : Biro Humas dan Protokol ( 27/8)

Kamis, 21 Agustus 2014

Peringatan Hari Pramuka Ke-53 Kwarcab Kota Jambi

ImageKOTA JAMBI (Humas) - Walikota Jambi H. Syarif Fasha, ME selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Jambi, pada hari Selasa (19/8) bertempat di halaman Kantor Walikota Jambi, menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 53 Tingkat Kota Jambi. Pada upacara tersebut Kamabicab Kota Jambi membacakan sambutan tertulis Ketua Kwartir Nasional (Ka. Kwarnas) Gerakan Pramuka DR.H.Adhyaksa Dault, M.Si.
Dalam sambutannya Ka Kwarnas menekankan bahwa Gerakan Pramuka masih dan tetap relevan dengan perkembangan zaman, sebagai wadah membangun manusia yang berkarakter yang memiliki watak yang kuat, karena pemuda yang demikianlah yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi dan berbagai persoalan negeri ini, serta sanggup menatap masa depan dengan lebih baik.

ImagePada upacara tersebut Kamabicab Kota Jambi menyematkan lencana Dharma Bhakti Pramuka masing-masing kepada Wakil Walikota Drs.H. Abdullah Sani, M.Pd.I selaku Wakamabicab, Drs.H. Yan Ismar, MH, Alm. M. Fuadi, dan Hasto Pratikno.

Bertindak sebagai pemimpin upacara Risky.G dari SMPN 1 Kota Jambi, pengucap UUD 45 Fairuz. M (SMPN 7), pengucap Pancasila Desi Nilam Sari (SLB Sri Soedewi) dan pengucap Dasa Dharma Pramuka Sukmawati B.N (SMPN 18). Peringatan Hari Pramuka ke 53 ini juga dihadiri oleh Ka. Kwarda Provinsi Jambi Kol. TNI (Purn) Sutrisno, Ka. Kwarcab Kota Jambi H.M. Nasir, SE beserta pengurus Kwarcab dan diikuti oleh para Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega.(rep : hdy - fot: why)

SUMBER: BAG.HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KOTA JAMBI, SELASA 19 AGUSTUS 2014

Kamis, 19 Desember 2013

Kwarcab Kota Jambi Serahkan Kendaraan Operasional

Hari ini tanggal 19 Desember 2013 pukul 15.00 bertempat di kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Pusdiklatcab) Kota Jambi Telanaipura telah diadakan penyerahan kendaraan operasional oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Jambi, sebanyak 8 kendaraan roda dua untuk operasional Kwartir Ranting dalam jajaran Kwarcab Kota Jambi dan 2 kendaraan roda dua untuk operasional Kwarcab Kota Jambi. berikut dokumentasinya. (ayah absar)













Kamis, 15 Agustus 2013

Banggalah jadi Anggota Pramuka, Tunas Emas Generasi Muda Indonesia


Banggalah jadi Anggota Pramuka, Tunas Emas Generasi Muda Indonesia

Jakarta (14/8) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh peserta dan para anggota Pramuka di Tanah Air untuk terus bersemangat mengikuti kegiatan dan aktivitas kepramukaan. "Banggalah jadi anggota Gerakan Pramuka, menjadi tunas-tunas emas generasi muda Indonesia," seru Presiden dalam amanahnya pada Hari Pramuka ke-52, Rabu (14/8) pukul 16.00 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.

Menurut Presiden, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang berbudi luhur, ramah dan toleran. Itulah karakter bangsa Indonesia yang luhur. Untuk terus menjaganya, harus dilakukan dengan mendukung dan mengembangkan revitalisasi Gerakan Pramuka. 

Kepala Negara menyampaikan, bangsa Indonesia dapat merdeka dari penjajahan karena memiliki karakter pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan. Selain itu, Indonesia sebagai bangsa yang beragam dapat hidup rukun karena adanya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

"Peran generasi muda sebagai subyek sejarah, aktor kritis dan kreator yang menentukan wajah masa depan bangsa kita harus kita bina," ujar Presiden. Generasi muda saat ini akan menjadi pelaku sejarah yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia, tambahnya.

SBY berharap pada kemerdekaan Indonesia yang ke-100 tahun nanti, Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang unggul dan maju. "Adik-adik akan menjadi penggerak utama kemajuan bangsa," tegasnya

Revitalisasi Gerakan Pramuka harus terus diarahkan ke pemantapan gerakan dalam memperkuat karakter bangsa. Karakter dan watak bangsa yang unggul akan mampu mempertahankan nilai-nilai bangsa. Menurut SBY, pemantapan dapat dilakukan pada 4 konsesus bangsa Indonesia yaitu Pancasial, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. "Insya Allah akan mempertahankan cita-cita generasi muda untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, unggul, inovatif, dan mandiri," kata SBY.


"Kita ingin memiliki generasi muda yang berakhlak mulia, memiliki sikap toleran, humanis, dan siap bersaing dengan dunia global," lanjut Presiden.

Tak lupa, Presiden juga mengingatkan adik-adik Pramuka untuk selalu rukun dengan sesama, memiliki rasa toleransi tinggi pada siapaun walaupun berbeda. "Indonesia adalah bangsa majemuk kita harus bisa hidup dalam kemajemukan itu," SBY mengingatkan.

Peran serta Gerakan Pramuka di Tanah Air dalam pemantapan karakter bangsa terus berkembang. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar sebelumnya menyampaikan mengenai keberhasilan gerakan Pramuka dalam waktu tujuh tahun terakhir. 

Keberhasilan ini dibagi menjadi 3 milestone, pertama, pencanangan program Revitalisasi Pramuka oleh SBY tahun 2006. Kedua, terbitnya UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Terakhir, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam Kurikulum 2013 sebagai ektrakuliluler wajib. 

"Yang diwajibkan bukan mengikuti pendidikan kepramukaan di sekolah, melainkan mendirikan gugus depan Gerakan Pramuka di setiap sekolah. 

Sumber: presidenri.go.id

Kamis, 04 Juli 2013

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi Gelar Rakerda

 
KOTAJAMBI — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Jambi tahun 2013 dibuka oleh Kakwarda Gerakan Pramuka Jambi, Ir H Syahrasadin, M.Si, Rabu (3/7), di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Jambi, Jl Basuki Rahmat, Kota Baru, Kota Jambi.
Dalam sambutannya Syahrasaddin mengatakan, selama empat bulan berjalan program kerja 2013, belum banyak yang dapat dilakukan Kwarda Jambi dalam merealisasikan program kerja satu tahun.
Kondisi semakin sulit dengan dihadapkannya Gerakan Pramuka pada persoalan internal dan perkara hukum yang melanda Kwarda Gerakan Pramuka Jambi. Pengurus yang aktif saat ini diharap lebih selektif dalam pelaksanaan program sebelumnya.
Menurut Syahrasaddin, hampir seluruh program kerja 2013 belum berjalan baik. Selain itu, belum ada pula kejelasan persoalan dan status kepemilikan lahan kebun kelapa sawit yang menjadi sumber pendanaan Kwarda Jambi.
“Peranan Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non-formal tujuan utamanya membentuk karakter, menanamkan semangat kebangsaan dan meningkatkan ketrampilan generasi muda,” kata Sekda Provinsi Jambi itu.
Pada saat ini, suka tidak suka, harus diakui banyak generasi muda Indonesia tidak peduli pada sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa. Nilai-nilai budaya luar, langsung atau tidak, telah memberi banyak pengaruh negatif pada generasi muda.
“Banyak generasi muda yang kurang peduli terhadap masalah-masalah bangsa, rasa cinta terhadap tanah air dan kesediaan untuk membela negara,” tandas Syahrasaddin.
Syahrasaddin mengajak Gerakan Pramuka Jambi lebih selektif membuat program kerja. Program yang dihasilkan hendaknya menyentuh langsung ke generasi muda. (infojambi.com/JON)